Akhir-akhir ini beredar berita penipuan yang dilakukan oleh perusahaan pelayan umrah/haji, first travel. Bagaimana tidak, ratusan calon jama'ah haji/umrah yang ditipu oleh perusahaan tersebut. Dari permasalahan tersebut, kemudian banyak komentar dari netizen dengan mengait-ngaitkan dengan aksi bela Islam yang sebelumnya digelar. Ada yang mengatakan yang bunyinya kira-kira seperti ini: "kok hanya kasus Ahok saja yang didemo, sedangkan kasus first travel kagak?"
Saya hanya tertawa setelah membaca komentar-komentar yang bunyinya seperti diatas. Kenapa? Pertama, secara tidak langsung mereka mengakui bahwa apa yang dilakukan Ahok adalah salah. Karena mereka menyamakan kasus ahok dengan kasus first travel, sama-sama harus didemo. Kedua, terlihat mereka yang berkomentar seperti itu adalah mereka yang masih sakit hati dengan demo yang ditujukan kepada Ahok, sehingga mereka nyinyir dengan masalah ini.
Sekedar penjelasan, kenapa tidak ada yang demo mengenai kasus first travel sedangkan pada kasus ahok didemo? Karena dimana-mana demo itu dilakukan oleh orang yang posisinya dibawah menuntut kepada yang diatasnya. Contohnya, demo yang dilakukan masyarakat atas kezaliman pemerintah. Demo yang dilakukan mahasiswa terhadap pihak rektorat yang menaikkan biaya kuliah. Ataupun demo yang dilakukan buruh atas kesewenang-wenangan para atasan perusahaan tersebut.
Terus, bagaimana dengan kasus first travel? First travel itu hanyalah sebuah perusahaan, sehingga tidak memungkinkan untuk didemo oleh orang biasa yang tidak ada kaitannya dengan perusahaan tersebut. Orang-orang biasa tidak memiliki hak untuk berdemo, kecuali jika seandainya perusahaan tersebut tidak memberi gaji anak buahnya, maka wajar jika ada orang-orang demo, itupun dilakukan oleh pegawainya.
Kasus First Travel, kok gak di demo?
Oleh : Fachrul Rozi
28 Agustus 2017

EmoticonEmoticon