Antara Islam dan Media

04.47 Add Comment


Antara Islam dan Media
Oleh : Fachrul Rozi

Media yang dimaksud disini adalah media sekuler. Dari berbagai kasus yang ditayangkan di televisi ataupun di kebanyakan media mainstream lainnya, ada satu hal yang menarik jika kita memperhatikan berita-berita yang disiarkan tersebut. Hal-hal tersebut adalah hal-hal yang menghilangkan kebanggaan umat Islam, menyebar berita hoax, ataupun berita yang berat sebelah.
Akhir-akhir ini, di media nasional banyak memberitakan mengenai Intoleransinya umat Islam, seperti : fatwa haram MUI mengenai pengucapan selamat natal, pelarangan memilih pemimpin yang non muslim, dan yang terbaru adalah mengenai kasus ulama besar habib Riziq yang “katanya” menista agama lain. Media sekuler pun dengan penuh semangatnya meliput hal tersebut. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Ahok yang jelas-jelas menista agama, namun ajaibnya media bungkam untuk hal tersebut.
Adapun kasus lainnya adalah kasus yang sangat familiar di telinga kita.  Ya, teroris, sebuah kelompok radikal yang kerjanya meneror orang, membunuh, dan membom tanpa perasaan. Jika kita perhatikan dari berita-berita yang disampaikan, entah kenapa hampir semuanya yang disampaikan adalah teroris-teroris yang berjenggot, atau teroris-teroris yang katanya para pejihad Islam. Banyak teroris-teroris yang diliput dan katanya mereka beragama Islam, seperti : Nurdin M Top, Amrozi, Osama bin Laden, dan kasus yang menimpa Perancis beberapa bulan yang lalu. Contoh sederhana, pada kasus pemboman yang menimpa Perancis beberapa bulan yang lalu tampak sekali mereka menyerang Islam. Pihak kepolisian Perancis mengatakan bahwa ditemukan passpor seorang Suriah di lokasi pemboman, dan dengan semangatnya mereka mengatakan bahwa pelaku bom tersebut adalah orang suriah tersebut. Satu  hal yang aneh dari kasus ini adalah “teroris mana yang selalu membawa identitas kemana-mana? Dan kenapa passpor nya tidak terbakar karena ledakan?”. Sungguh ini skenario yang amatir. Logikanya, jika umat muslim adalah teroris, pastinya yang banyak dibombardir adalah non muslim. Nyatanya, malah umat muslim yang paling banyak di bombardir, seperti di : Palestina, Suriah, Myanmar, Irak, dan Afrika. Merekalah teroris yang sebenarnya, namun sekali lagi, media bungkam untuk hal tersebut.
Masih banyak kasus lainnya yang dilakukan oleh media-media sekuler, Seperti : tidak diliputnya Musa sebagai hafidz cilik yang diakui di kancah Internasional, memperkecil suara umat muslim ketika Aksi Bela Islam 212, melakukan fitnah terhadap aksi 411, membesar-besarkan pendukung Ahok, serta hal-hal lain yang tak terhitung jumlahnya.
Mungkin diantara kita yang belum begitu tau politik akan bertanya, “apa salahnya media melakukan hal tersebut?”, maka jawabannya sangat sederhana, yaitu : “Jika kita, umat Islam memiliki kebanggaan, maka kita akan kuat. Namun, jika kita tidak memiliki kebanggaan, maka kita akan lemah”. Kebanggaan inilah yang ditakuti oleh musuh-musuh Islam, sehingga mereka tidak mau meliput (ataupun mau meliput, hanya sebagian kecil, dan itupun terkadang dimanipulasi) segala sesuatu yang dapat menambahkan kebanggaan dalam diri umat Islam, karena mereka sadar, eksistensi mereka akan pudar jika umat Islam bangkit.
Terakhir saran dari saya, belajarlah untuk membaca dari berbagai sumber berita, karena semakin banyak sumber berita yang dibaca, maka semakin besar pulalah kemungkinan kebenaran berita tersebut. Selain hal tersebut, perhatikan juga sumber berita yang dibaca agar tidak mudah terkecoh. Namun banyak juga media-media yang menamakan dirinya menggunakan nama-nama yang kelihatan islami, itu bisa jadi jebakan batman agar pembaca mudah tertipu. Oleh karena itu, pelajarilah setiap kata yang dibaca, apakah sesuai atau selaras dengan berita-berita yang kita percayai yang pernah kita baca atau tidak. Satu lagi, jangan pernah taqlid (mempercayai sesuatu tanpa mengecek kebenarannya) dan jangan fanatik (tidak mau mendengar pendapat orang lain).



Sumber Gambar :
https://www.google.co.id/search?q=media&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiIqpe74aXRAhUeTo8KHUQcC4sQ_AUICCgB&biw=1366&bih=662#tbm=isch&q=media+anti+islam&imgrc=RiROHvYbykc1ZM%3A

Ketika Anak Menjawab

03.13 Add Comment

Ketika Anak Menjawab
Oleh : Fachrul Rozi

Seorang bapak bertanya kepada anaknya, “apa yang kau pelajari hari ini, nak?”
Sang anak menjawab,

kami diajari bahwa pemerintah tidak pernah salah,
Kami diajari bahwa kemiskinan terjadi karena kesalahan mereka sendiri,
Kami diajari bahwa kejahatan terjadi karena penjahat itu sendiri,
Mereka tidak tahu, bahwa pemerintah berperan dalam hal itu.

Kami diajari bahwa tentara tidak mudah mati,
Kami diajari bahwa pemerintah hebat menghadapi masalah,
Kami diajari bahwa dampak dari perperangan tidak begitu besar,
Mereka tidak tahu, betapa kacaunya negara.

Kami diajari bahwa kapitalis dianggap biasa,
Kami diajari bahwa pedagang kecil gulung tikar karena kesalahannya sendiri.
Kami diajari bahwa teroris terjadi dengan sendirinya,
Mereka tidak tahu, banyak teroris yang dibuat oleh negara.




Sumber gambar: https://www.google.co.id/search?q=anak&espv=2&biw=1366&bih=613&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwii8LyHg6HRAhVIsI8KHdVDAJsQ_AUIBigB#tbm=isch&q=anak+bapak&imgrc=i9qRsePpeyqDqM%3A

Catatan Akhir Tahun Kehidupan Beragama 2016

03.12 Add Comment


Catatan Akhir Tahun Kehidupan Beragama 2016
Oleh : Dr. H. Okrizal Eka Putra, Lc., M.Ag (PP Muhammadiyah)

Semenjak aksi 411 dan 212, Banyak dari kalangan ahli yang beropini akan terjadi sesuatu di Indonesia kedepannya. Salah satunya, kedua aksi ini mengajarkan kepada para kapitalis betapa hebatnya kekuatan rakyat. Diantara sekian banyak opini yang beredar, beberapa diantaranya sebagai berikut :
1. Kemungkinan 2020 khilafah akan bangkit dan berdiri di Indonesia
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wa Sallam pernah bersabda bahwa setelah runtuhnya kekhilafahan Islam, maka 100 tahun kemudian Islam akan kembali kepada kejayaannya. Jika dihitung menggunakan sistem penanggalan hijriah, 100 tahun setelah tahun 1924 M (runtuhnya kekhilafahan utsmani) adalah tahun 2020. Banyak dari kalangan muslim yang beranggapan kejayaan Islam pada tahun 2020 nanti kekhilafahan akan berdiri kembali. Adapun sebagian orang beranggapan negara yang dimaksud kemungkinan adalah Indonesia.
Hal ini dikarenakan, selain merupakan berpenduduk muslim terbesar di dunia, aksi 212 kemungkinan merupakan aksi terbesar sepanjang sejarah kehidupan manusia. Aksi Bela Islam 3 yang dihadiri oleh sekitar 7,4 juta jiwa (dihitung menggunakan google earth) juga dihadiri oleh orang-orang islam di belahan dunia lainnya. Masa aksi ini bahkan jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah masa orang yang naik haji.
Selain itu, Indonesia juga merupakan negara yang aman, jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah lainnya, tambahnya.
2. Pada tahun 2017 ini akan terjadi beberapa hal di Indonesia, diantaranya :
a)   Sidang Ahok bakal larut. Hal ini sengaja dilakukan agar Ahok tetap bisa mengikuti pilkada dibulan februari mendatang. Adapun hal yang paling ditakuti oleh umat Islam adalah, jika seandainya ahok menang dalam persidangan nanti, maka seluruh umat Islam maupun ormas Islam (termasuk MUI) harus meminta maaf kepada Ahok. Selain itu, kemungkinan terbesar yang akan terjadi adalah Ahok meminta agar ormas-ormas Islam dibubarkan, karena telah melakukan pencemaran nama baik.
b)   Kemungkinan Syi’ah dan Komunis akan semakin merajalela. Hal ini dikarenakan, Syi’ah masih belum di ilegalkan oleh pemerintah. Komunis pun akan semakin merajalela karena saking banyaknya pendatang-pendatang Cina yang bekerja di Indonesia.
c)   Melemahnya kapitalisme. Hal ini dipicu oleh maraknya pemboikotan roti “sari roti”. Selain itu, juga banyak ajakan untuk membangun ekonomi umat dengan berbelanja di warung-warung / toko-toko umat Islam, dan meninggalkan minimarket yang pemiliknya bukan orang Islam. Ormas-ormas Islam pun juga akan membangun banyak minimarket, seperti pembangunan Al-Maidah Mart. Selain itu, juga akan dibangun channel TV yang bernuansa Islam, mengingat betapa pentingnya televisi dalam kehidupan.
d)   Adanya pelemahan MUI di mata masyarakat. Dibuktkan semenjak tahun 2015, MUI tidak mendapatkan kucuran dana dari pemerintah. Selain itu, kemungkinan MUI akan dibubarkan karena telah berbuat makar jika seandainya Ahok dinyatakan tidak bersalah dipersidangan nanti.



Saturday Morning Fresh - 31 Desember 2016, Universitas Ahmad Dahlan.


Sumber Gambar :
https://www.google.co.id/search?q=212&espv=2&biw=1366&bih=662&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjHoJHS_aDRAhVEwI8KHf9vArMQ_AUIBigB#tbm=isch&q=foto+aksi+212&imgrc=lHqhSifSyKvbSM%3A

Indonesia Menolak Islam

03.11 Add Comment


Indonesia Menolak Islam
Oleh : Fachrul Rozi

Katanya, Indonesia adalah negara Islam terbesar,
Nyatanya, sedikit yang ber-Islam secara benar,
Katanya, Indonesia adalah negara yang penuh toleransi,
Nyatanya, toleransi hanya untuk mereka yang bukan Islami.

Islam oh Islam,
Banyak politisi ketika berkampanye berjiwa Islam,
Setelah menang, mereka menyerang Islam,
Tidak sedikit orang Islam menjual Islam,
Kepada politikus yang menguasai umat Islam.

Rajin Ibadah, dianggap ekstirimis,
Memperjuangkan kebenaran, dianggap anarkis,
Orang Islam dianggap teroris,
Sungguh miris melihat Indonesia yang ironis.
Bercadar dibilang ekstrimis,
Pake rok mini dibilang manis,
Berceramah dibilang sok jadi ulama,
Menggunjing dibilang biasa.

Non muslim menista, dianggap tak sengaja,
Kata mereka, gak perlu dibesar-besarkan,
Ulama berdakwah, dianggap menista,
Kata mereka, ini intoleran.

Indonesia oh Indonesia,
Negara yang diperjuangkan para ulama,
Negara yang dibangun dengan darah para syuhada,
Dijaga sejak zaman dahulu kala,
Oleh para penegak agama.

Jika Indonesia tanpa Islam jaya,
Para kapitalis akan merajalela,
Para sekuleris akan bahagia,
Para komunis akan merdeka,
Hanya air mata melihat Indonesia tak seperti Indonesia.


Sumber gambar ;
https://www.google.co.id/search?q=Indonesia+islam&espv=2&biw=1366&bih=662&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwifoZekgKHRAhWINI8KHRrJD3sQ_AUIBigB#tbm=isch&q=densus+88+islam&imgrc=cRlu4MXa6d4y_M%3A