Antara Islam dan Media
Oleh : Fachrul Rozi
Media yang dimaksud disini adalah media sekuler. Dari berbagai kasus yang ditayangkan di televisi ataupun di kebanyakan media mainstream lainnya, ada satu hal yang menarik jika kita memperhatikan berita-berita yang disiarkan tersebut. Hal-hal tersebut adalah hal-hal yang menghilangkan kebanggaan umat Islam, menyebar berita hoax, ataupun berita yang berat sebelah.
Akhir-akhir ini, di media nasional banyak memberitakan mengenai Intoleransinya umat Islam, seperti : fatwa haram MUI mengenai pengucapan selamat natal, pelarangan memilih pemimpin yang non muslim, dan yang terbaru adalah mengenai kasus ulama besar habib Riziq yang “katanya” menista agama lain. Media sekuler pun dengan penuh semangatnya meliput hal tersebut. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Ahok yang jelas-jelas menista agama, namun ajaibnya media bungkam untuk hal tersebut.
Adapun kasus lainnya adalah kasus yang sangat familiar di telinga kita. Ya, teroris, sebuah kelompok radikal yang kerjanya meneror orang, membunuh, dan membom tanpa perasaan. Jika kita perhatikan dari berita-berita yang disampaikan, entah kenapa hampir semuanya yang disampaikan adalah teroris-teroris yang berjenggot, atau teroris-teroris yang katanya para pejihad Islam. Banyak teroris-teroris yang diliput dan katanya mereka beragama Islam, seperti : Nurdin M Top, Amrozi, Osama bin Laden, dan kasus yang menimpa Perancis beberapa bulan yang lalu. Contoh sederhana, pada kasus pemboman yang menimpa Perancis beberapa bulan yang lalu tampak sekali mereka menyerang Islam. Pihak kepolisian Perancis mengatakan bahwa ditemukan passpor seorang Suriah di lokasi pemboman, dan dengan semangatnya mereka mengatakan bahwa pelaku bom tersebut adalah orang suriah tersebut. Satu hal yang aneh dari kasus ini adalah “teroris mana yang selalu membawa identitas kemana-mana? Dan kenapa passpor nya tidak terbakar karena ledakan?”. Sungguh ini skenario yang amatir. Logikanya, jika umat muslim adalah teroris, pastinya yang banyak dibombardir adalah non muslim. Nyatanya, malah umat muslim yang paling banyak di bombardir, seperti di : Palestina, Suriah, Myanmar, Irak, dan Afrika. Merekalah teroris yang sebenarnya, namun sekali lagi, media bungkam untuk hal tersebut.
Masih banyak kasus lainnya yang dilakukan oleh media-media sekuler, Seperti : tidak diliputnya Musa sebagai hafidz cilik yang diakui di kancah Internasional, memperkecil suara umat muslim ketika Aksi Bela Islam 212, melakukan fitnah terhadap aksi 411, membesar-besarkan pendukung Ahok, serta hal-hal lain yang tak terhitung jumlahnya.
Mungkin diantara kita yang belum begitu tau politik akan bertanya, “apa salahnya media melakukan hal tersebut?”, maka jawabannya sangat sederhana, yaitu : “Jika kita, umat Islam memiliki kebanggaan, maka kita akan kuat. Namun, jika kita tidak memiliki kebanggaan, maka kita akan lemah”. Kebanggaan inilah yang ditakuti oleh musuh-musuh Islam, sehingga mereka tidak mau meliput (ataupun mau meliput, hanya sebagian kecil, dan itupun terkadang dimanipulasi) segala sesuatu yang dapat menambahkan kebanggaan dalam diri umat Islam, karena mereka sadar, eksistensi mereka akan pudar jika umat Islam bangkit.
Terakhir saran dari saya, belajarlah untuk membaca dari berbagai sumber berita, karena semakin banyak sumber berita yang dibaca, maka semakin besar pulalah kemungkinan kebenaran berita tersebut. Selain hal tersebut, perhatikan juga sumber berita yang dibaca agar tidak mudah terkecoh. Namun banyak juga media-media yang menamakan dirinya menggunakan nama-nama yang kelihatan islami, itu bisa jadi jebakan batman agar pembaca mudah tertipu. Oleh karena itu, pelajarilah setiap kata yang dibaca, apakah sesuai atau selaras dengan berita-berita yang kita percayai yang pernah kita baca atau tidak. Satu lagi, jangan pernah taqlid (mempercayai sesuatu tanpa mengecek kebenarannya) dan jangan fanatik (tidak mau mendengar pendapat orang lain).
Sumber Gambar :
https://www.google.co.id/search?q=media&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiIqpe74aXRAhUeTo8KHUQcC4sQ_AUICCgB&biw=1366&bih=662#tbm=isch&q=media+anti+islam&imgrc=RiROHvYbykc1ZM%3A

EmoticonEmoticon